Minggu, 03 Mei 2009

MOTO GP MANIA

MOTO GP

PUTARAN : KETIGA

SIRKUIT : JEREZ, SPANYOL

HARI : MINGGU

TANGGAL : 3 MEI 2009

1. MOTO GP KELAS 150 CC

JAM : 18.35-18.40 WIB

Untuk Moto GP kelas 150 cc ini, sejak session”18 laps to go” atau balapan tinggal 18 kali putaran lagi ini dipimpin oleh Bradley Smith. Pada waktu yang bersamaan, ada seorang rider yang jatuh yaitu Julian Simon dan dia keluar dari balapan. Hingga finish pun Bradley Smith mendominasi balapan tanpa lawan, dalam artian dia tidak berseteru dengan pembalap lainnya karena yang lainnya jauh berada di belakangnya. Untuk kelas 250 cc ini disiarkan tidak secara live oleh trans 7.

2. MOTO GP KELAS 250 CC

JAM : 17.00-18.00 WIB

DISIARKAN : LIVE BY TRANS7

Di kelas 250 cc ini, selama balapan berlangsung banyak terjadi pergeseran posisi para riders.

Saat “5 laps to go” statistik menunjukkan posisi sebagai berikut: 1. Bautista, 2. Aoyama, 3. Simoncelli, 4. Barbera, dan 5. Pasini.

Kemudian terjadi pergantian posisi saat “3 laps to go”: 1. Bautista, 2. Aoyama, 3. Barbera, 4. Simoncelli, dan 5. Pasini. Simoncelli tidak bisa mempertahankan posisinya sehingga urutan ketiga berhasil direbut oleh Barbera.

Dan di finish terjadi lagi perubahan posisi: 1. Hiroshi Aoyama, 2. Alvaro Bautista, 3. Marco Simoncelli, 4. Hector Barbera, dan 5. Luthi. Wowow, ternyata Bautista, Barbera, dan Pasini gagal mempertahankan posisi mereka sehingga diambil alih oleh para riders yang lain.

Hiroshi Aoyama, rider Honda dari Jepang kelahiran 25 Oktober 1981 inilah yang menjadi juara pertama Moto GP kelas 250 cc untuk putaran ketiga di Sirkuit Jerez.

3. MOTO GP KELAS 800 CC

JAM : 19.00-19.50 WIB

DISIARKAN : LIVE BY TRANS7

Nah, ini dia yang aku tunggu-tunggu. Sejak melihat Moto GP dari jam 17.00 aku sudah happy banget karena Bung Matteo yang jadi komentatornya. Jadi Rossi berpeluang menjadi juara nih heheheee. Atau dengan kata lain, jika Bung Matteo jadi komentatornya, ini adalah tanda-tanda kalau Rossi bakal menang heheheheh.

Hasil kualifikasi pada hari Sabtu, 2 Mei 2009, jam 23.00 WIB disiarkan secara live By Trans7: 1. Pedrosa, 2. Stonner, 3. Lorenzo, 4. Rossi, dan 5. De Puniet.

Sedangkan pada Moto GP kelas 800 cc yang disiarkan live By Trans7 pada hari Minggu , 3 Mei 2009, jam 19.00 WIB menunjukkan grafik sebagai berikut:

Pada “ 27 laps to go” urutan posisi para ridernya masih sama seperti hasil kualifikasi.

Pada “ 26 laps to go”, Rossi menyalip Lorenzo, sehingga posisi berubah: 1. Pedrosa, 2. Stonner, 3. Rossi, 4. Lorenzo, dan 5. De Puniet.

Pada “22 laps to go” terjadi “balapan show” yang seru antara Stonner Vs Rossi, Rossi sempat menyalip Stonner tapi Stonner langsung membalas menyalip Rossi. Di posisi lain, Dovisiozo menyalip De Puniet, sehingga posisi menjadi: 1. Pedrosa, 2. Stonner, 3. Rossi, 4. Lorenzo, dan 5. Dovisiozo.

Pada “20 laps to go”, Rossi menentukan kemenangannya dengan menyalip Stonner. Sedangkan De Puniet merebut posisi Dovisiozo karena Dovi out of lap atau keluar dari balapan. Dan posisinya menjadi: 1. Pedrosa, 2. Rossi, 3. Stonner, 4. Lorenzo, dan 5. De Puniet.

Nah pada “10 laps to go”, Rossi mampu menyalip Pedrossa sehingga dia berada di posisi pertama dan tetap di urutan pertama sampai finish nanti. Di sisi lain, Mika Kalio malah terjatuh.

Sayang sekali pada “4 laps to go”, Lorenzo yang berada di belakang Stonner malah terjatuh. Kemungkinan karena Lorenzo terlalu bernafsu mengejar Stonner dan terus memacu kecepatan motornya sehingga dia kehilangan kendali dan akhirnya malah jatuh sendiri.

Dan di garis fimish, Rossilah yang akhirnya keluar menjadi juara. Hasil 5 besar: 1. Valentinno Rossi, 2. Danni Pedrossa, 3. Cassey Stonner, 4. Randy De Puniet, dan 5. Marco Melandri.

Di seri ketiga ini, Rossi tidak mau main-main lagi, seperti yang dilakukannya di Sirkuit Motegi Jepang pada seri kedua kemarin, di mana dia sengaja mengalah untuk memberikan podium kepada teman setimnya yaitu Jorge Lorenzo, jadi Rossi sengaja menghalang-halangi Pedrosa agar Lorenzo naik podium dan juga agar juara pertama dan kedua diduduki oleh Tim Yamaha, karena Lorenzo pasti bisa disalip sama Pedrosa makanya Rossi harus menjadi penengah antara Pedrosa dan Lorenzo jika ingin juara kesatu dan kedua jadi milik Yamaha.

Di seri ketiga ini, Rossi terus memacu motornya hingga perlahan demi perlahan dia menyalip satu per satu rider yang ada di depannya. Di sini dia tidak mau mengalah lagi dengan memberikan kemenangan pada Lorenzo.

Oce dech aku akan meliput lagi MOTO GP putaran keempat tanggal 17 Mei nanti. Insya Allah.


BY RATNA KURNIASIH (IPI/A/SEMESTER IV/07140071).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar